Terputar

Title

Artist


Aktor Alec Baldwin mengaku “hatinya hancur” setelah menembak mati seorang wanita dengan pistol properti di lokasi syuting di Amerika Serikat

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2021

Aktor Alec Baldwin mengaku “hatinya hancur” setelah menembak mati seorang wanita dengan pistol properti di lokasi syuting di Amerika Serikat. Seperti dilaporkan Stuff.co, Sabtu (23/10/2021), dokumen pengadilan menyebut baik Baldwin maupun asisten direktur tidak mengetahui pistol itu diisi dengan peluru tajam.

Baldwin menembakkan pistol di lokasi syuting filmnya Rust, membunuh sinematografer Halyna Hutchins dan melukai sutradara Joel Souza.

Baldwin diberikan senjata yang diisi oleh asisten sutradara yang mengindikasikan bahwa senjata itu aman untuk digunakan pada saat-saat sebelum aktor tersebut menembak mati seorang sinematografer, menurut catatan pengadilan yang dirilis Sabtu (23/10).

Asisten direktur tidak tahu senjata properti syuting itu diisi dengan peluru hidup, menurut surat perintah penggeledahan yang diajukan di pengadilan Santa Fe di AS.

Menurut catatan, Hutchins ditembak di dada dan kemudian meninggal. Souza, yang berdiri di belakangnya, terluka.

Surat perintah itu diperoleh agar penyelidik dapat mendokumentasikan tempat kejadian di peternakan tempat penembakan itu terjadi. Surat juga mencatat bahwa kostum Baldwin yang berlumuran darah untuk film Barat Rust diambil sebagai bukti, seperti halnya senjata yang ditembakkan.

Penyidik juga menyita senjata penyangga dan amunisi lainnya yang digunakan selama syuting film yang dibintangi Baldwin.

“Tidak ada kata-kata untuk menyampaikan keterkejutan dan kesedihan saya mengenai kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Halyna Hutchins, seorang istri, ibu, dan rekan kerja kami yang sangat dikagumi,” tulis Baldwin di Twitter.

“Saya sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan polisi untuk mengatasi bagaimana tragedi ini terjadi dan saya berhubungan dengan suaminya, menawarkan dukungan saya kepadanya dan keluarganya.

“Hati saya hancur untuk suaminya, putra mereka, dan semua yang mengenal dan mencintai Halyna,” sesal Baldwin.

Hutchins, sinematografer film Rust, dan sutradara Joel Souza ditembak Kamis (waktu setempat) di gurun di pinggiran selatan Santa Fe.

Hutchins diterbangkan ke rumah sakit. Di sana, dia dinyatakan meninggal. Souza, yang terluka di daerah tulang selangka, dibawa dengan ambulans ke pusat medis.

Tidak jelas apakah Baldwin sedang syuting pada saat penembakan atau berapa banyak peluru yang ditembakkan dan sedikit yang diketahui tentang senjata itu.

Senjata properti menembakkan peluru kosong, bubuk mesiu yang menghasilkan kilatan dan ledakan tetapi bukan proyektil yang keras. Tetapi ketika pelatuk ditarik, gumpalan kertas atau plastik dikeluarkan dari laras dengan kekuatan yang cukup sehingga dapat mematikan dari jarak dekat, seperti yang terbukti dalam kasus kematian seorang aktor pada tahun 1984.

Dalam kecelakaan lain yang terjadi pada tahun 1993, aktor Brandon Lee tewas setelah peluru tertinggal di pistol properti.

“Protokol keamanan senjata di lokasi syuting di Amerika Serikat telah meningkat secara dramatis sejak saat itu,” kata Steven Hall, direktur fotografi veteran di Inggris.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan

Email anda tidak ditampilkan. Wajib jika ada tanda *