Terputar

Title

Artist


Tim sepakbola putra Papua meraup medali emas PON Papua seusai mengalahkan Aceh 2-0

Ditulis oleh pada Oktober 15, 2021

Tim sepakbola putra Papua meraup medali emas PON Papua seusai mengalahkan Aceh 2-0 dalam partai final di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Kamis (14/10/2021). Dua gol Papua dicetak Ricky Ricardo Cawor.

Perjuangan Aceh untuk bisa mengejar ketertinggalan sangat sulit lantaran mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah gelandang Muharrir mendapat kartu kuning kedua.

Ini merupakan emas ketiga PON bagi Papua dari cabang olahraga sepakbola putra, setelah mereka juga meraihnya dalam edisi 1993 di Jakarta dan 2004 di Sumatera.

Tampil di depan pendukungnya yang memadati Stadion Mandala, tim asuhan Eduard Ivakdalam tampil percaya diri untuk menekan Aceh sejak sepak mula.

Hasilnya, belum genap empat menit laga berlangsung Papua mendapatkan hadiah tendangan penalti setelah wasit Fariq Hitaba menyatakan bek Aceh Rezal Mursalin melakukan handball di dalam area terlarang.

Ricky Cawor yang menjadi algojo berhasil menyarangkan bola untuk membuka keunggulan 1-0. Kendali permainan terus dipertahankan Papua. Cawor sukses menggandakan keunggulan lewat gol keduanya.

Pemain asal Merauke itu memenangi perebutan bola di dekat lingkaran tengah lapangan sebelum merangsek hingga ke tepian kotak penalti dan melepaskan tembakan yang sukses melesak ke gawang, mengubah kedudukan jadi 2-0 pada menit ke-23.

Skor 2-0 bertahan sampai babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Papua yang sudah unggul kian percaya diri. Meski sudah unggul dua gol, Papua tetap bermain menyerang. Mereka nyaris memperbesar keunggulan saat M Arody Uopdana mendapatkan peluang di depan gawang. Sayang tendangannya menyambut umpan tarik masih melenceng.

Empat menit kemudian, kiper tuan rumah Adzib Al Hakim Arsyad melakukan blunder ketika bola tendangan gawangnya malah mengenai Riza Rizki, yang meneruskannya kepada Akhirul Wadhan. Beruntung sepakan penyelesaian Akhirul bisa dihalau oleh Ari Wakum.

Upaya Aceh untuk bangkit dari keadaan kian dipersulit setelah gelandang Muharrir melakukan pelanggaran berujung kartu kuning kedua dari wasit Fariq Hitaba. Aceh praktis harus menuntaskan laga dengan situasi 10 vs 11 sejak menit ke-64.

Ketimpangan jumlah pemain membuat Papua kian leluasa menguasai pertandingan dan berusaha membongkar pertahanan Aceh. Namun sampai peluit panjang berbunyi skor tetap 2-0 untuk keunggulan Papua.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan