Terputar

Title

Artist


Tim Indonesia menyamakan kedudukan 2-2 saat menghadapi Thailand dalam laga Grup A Piala Thomas

Ditulis oleh pada Oktober 12, 2021

Pemain tunggal putra Jonatan Christie gagal menyumbangkan angka

Tim Indonesia menyamakan kedudukan 2-2 saat menghadapi Thailand dalam laga Grup A Piala Thomas, di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10/2021).

Ganda putra lagi-lagi membuat kedudukan sama kuat hingga partai keempat. Kali ini lewat Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menaklukkan Natthapat Trinkajee/Tanupat Viriyangkura 21-9, 21-12.

Fajar/Rian tampil begitu bagus melawan pemain muda Thailand tersebut. Permainan cepat mereka sangat sulit diimbangi lawan.

Sebelum laga tersebut, tim Indonesia tertinggal 1-2 dari Thailand setelah tunggal putra Jonatan Christie dikalahkan Kunlavut Vitidsarn 10-21, 14-21.

Jojo, panggilannya, bermain begitu buruk di gim pertama. Kesalahan demi kesalahan dia ciptakan sendiri, sehingga membuat lawan memperoleh poin dari mudah. Tidak heran jika dia hanya mendapatkan 10 poin.

Memasuki gim kedua, permainannya mulai membaik. Pemain nomor dua Indonesia itu mampu mengimbangi permainan lawan hingga interval.

Namun, permainan buruknya kembali muncul. Lagi-lagi, Jojo melakukan banyak kesalahan sendiri. Pukulannya juga tidak akurat.

Dalam laga itu, Jojo empat kali mendapat fault dari service judge, saat melakukan servis. Tiga kali di gim pertama. Keadaan ini tentu sangat merugikan pemain asal Jakarta ini, karena memberikan poin gratis bagi lawan.

Sebelumnya, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan setelah ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo mengalahkan Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren 19-21, 21-18, 21-13.

Bangkit
The Minions harus mengakui keunggulan ganda nomor 94 tersebut di gim pertama. Namun, gim kedua dan ketiga, ganda nomor satu dunia tersebut bangkit. Mereka bermain begitu cepat.

Kevin, si Tangan Petir, beberapa kali menunjukkan kehebatannya. Pukulan-pukulan ajaibnya keluar dan membuat decak kagum penonton.

Pertahanannya begitu kuat, sulit ditembus ganda Thailand tersebut. Bola-bola smesnya, atau bola tipuannya, sulit dikembalikan lawan. Tidak heran jika di gim penentuan, mereka menang 21-13.

Sebelumnya, di partai pertama, pemain tunggal putra Anthony Ginting dikalahkan Kantaphon Wangcharoen 21-16, 22-24, 23-25

Di gim pertama, meski mendapat perlawanan, Ginting memenangi laga itu dengan skor 21-16.

Ginting, yang sebenarnya telah memegang match point di gim kedua, harus mengakui kehebatan pemain muda Thailand tersebut. Setelah sempat tertinggal 18-20, Ginting berbalik unggul 21-20.

Namun, sang lawan bermain tenang dan menyamakan kedudukan. Ginting lagi-lagi unggul 22-21. Akan tetapi, Kantaphon berhasil menekan pemain kelahiran Cimahi tersebut dan menutup pertandingan dengan skor 24-22.

Pada gim penentuan, tunggal nomor satu Indonesia tersebut terus tertinggal. Dia sempat tertinggal 14-18, 15-19, 17-19.

Tenang
Saat tertinggal, Ginting begitu tenang. Dia memainkan bola di net. Di sinilah kemudian sang lawan memainkan bola tinggi hingga dengan mudah Ginting menyemes.

Ginting sempat menyamakan kedudukan 20-20. Dan bahkan sudah unggul 21-20. Sayang, bola smesannya melebar hingga lawan menyamakan kedudukan. Ginting kembali unggul hingga unggul 23-22. Sayangnya, andalan Indonesia itu melakukan kesalahan saat itu. Bolanya keluar.

Setelah itu, Kantophon tampil begitu tenang dan menutup laga dengan skor 25-23.

Partai terakhir tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito melawan Adulrach Namkul.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan