Terputar

Title

Artist


Kasus harian Covid-19 di Singapura mencapai 2.237 atau rekor tertinggi selama ini gara-gara virus Covid-19 

Ditulis oleh pada September 30, 2021

Kasus harian Covid-19 di Singapura mencapai 2.237 atau rekor tertinggi selama ini gara-gara virus Covid-19 varian Delta. Pemerintah Singapura sudah mengantisipasi varian Delta yang masuk ke negara tersebut namun perkiraan angka kasus harian hanya 200-an.

“Bila ditarik ke belakang penyababnya (jumlah kasus tinggi) adalah varian Delta yang masuk Singapura pada 3 Mei lalu. Ini yang menyebabkan tingkat penularan meningkat tapi waktu itu tidak diperkirakan akan mencapai ribuan melainkan hanya 200,” kata Duta Besar RI untuk Singapura, Suryopratomo dalam wawancara dengan Beritasatu News Channel, Rabu (29/9/2021).

Dubes yang akrab disapa Tommy ini menyebut bahwa delapan hari berturut-turut kasus di Singapura di atas 1.000.

“Dan kemarin 2.237 kasus. Untuk pertama kalinya tingkat penularan di Singapura sangat tinggi. Bahkan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong sudah mengingatkan kalau tidak hati-hati maka kasusnya bisa sampai 5.000,” katanya menegaskan.

Tommy menyebut, pada 16 Juli ada kasus pelanggaran yang dilakukan warga Singapura di tempat karaoke.

“Ketika ada yang datang ke tempat karaoke tanpa membawa alat digital tracing, sehingga kaetika ada kasus terjadi di tempat karaoke itu, tidak cukup data siapa saja orang yang datang dan di mana orang itu ada,” katanya.

Seperti pernah diberitakan, pertengahan Juli lalu terdapat lonjakan jumlah kasus harian, yang ketika itu rekor tertinggi, yakni 56 kasus. Dari angka tersebut 41 kasus di antaranya terkait dengan tempat hiburan di mana pramutamu berinteraksi dengan pelanggan.

Kasus pertama dari klaster karaoke ini dikaitkan dengan seorang pemegang izin kunjungan jangka pendek yang berasal dari Vietnam. Pihak berwenang menemukan dia sering mengunjungi banyak tempat karaoke.

Kejadian itu, menurut Tommy, membuat angka kasus Covid-19 di Singapura terus meningkat sehingga pada Agustus angkanya sudah di atas 900. “Terus naik hingga kemarin angkanya mencapai 2.237,” katanya.

Lonjakan kasus tersebut membuat Pemerintah Singapura mulai Senin melakukan pengetatan kembali.

“Singapura kembali ke fase II di mana orang hanya boleh keluar kalau untuk makan di restoran dibatasi hanya dua orang. Itu pun untuk orang yang sudah divaksinasi penuh,” katanya.

Selain itu, work from home diterapkan kembali. Anak SD kelas I sampai V mulai hari Senin sampai dua minggu ke depan diminta untuk home-based learning.

Ditanya mengenai fasulitas kesehatan, pemerintah setempat mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru ke RS. Untuk orang yang begejala ringan sebaiknya datang ke klinik.

“Di Singapura juga dijual alat manual tes antigen yang bisa untuk mendeteksi di rumah. Jadi tidak semua harus ke RS. Tapi sistem kesehatan di sini sudah sangat baik karena testing di Singapura itu sudah 300%. Selain itu jumlah bed (rumah sakit) di Singapura ada 15.000 sementara yang terpaikai baru 1.000,” katanya.

Kamar ICU ada 1.000 yang terpakai baru 40. “Namun tingkat fatalitas mulai meningkat terutama pada lansia yang belum divaksinasi. Ini yang mejadi perhatian pemerintah sekarang,” katanya.

Karena rumah di Singapura rata-rata tidak luas, dikhawatirkan bila ada anggota yang terpapar maka ketika melakukan isolasi mandiri justru menularkan kepada lansia di rumah itu.

Tempat isolasi madiri terpusat yang sebelumnya sempat dibongkar kembali dihidupkan untuk menampung mereka yang positif. Untuk orang dengan gejala ringan dan tidak perlu ke RS, diarahkan ke tempat isolasi mandiri terpusat.

Tommy besyukur WNI di Singapura sangat patuh pada aturan pemerintah. Mereka tidak bepergian dengan jumlah besar. Sejauh ini tidak ada WNI yang dilaporkan positif.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan