Terputar

Title

Artist


Sebuah series originals dengan format docuseries dengan tema kuliner berjudul Once Upon a Time in

Ditulis oleh pada September 28, 2021

Sebuah series originals dengan format docuseries dengan tema kuliner berjudul Once Upon a Time in Chinatown akan menjadi suguhan menawan bagi masyarakat melalui platform streaming. Series ini diinisiasi oleh Zack Lee dan Sheila Timothy.

Once Upon a Time in Chinatown mengisahkan rangkaian perjalanan restoran-restoran legendaris yang lekat dengan budaya Tionghoa di kawasan Kota, Jakarta. Mereka telah beroperasi selama berpuluh-puluh tahun dan tentu saja penuh dengan kisah inspiratif.

“Ide datang dari aku dan Zack. Karena kami awalnya memang suka makanan dan suka film tentang makanan. Saya juga pernah produseri film soal makanan, Tabularasa,” kata Sheila Timothy kepada awak media, baru-baru ini.

“Ide awal yang hanya ingin mengangkat budaya dan kuliner akhirnya berkembang menjadi suatu karya yang sangat hangat dan penuh inspirasi. Ditambah dengan visual, music dan sound design yang sangat cantik,” lanjut perempuan yang akrab disapa Lala Timothy.

Akan ada 7 restoran yang menjadi esensi utama cerita, ada Siauw A Tjiap, Lomie Amen Pinangsia, Bakmie Acang, Bakmie Encim Anggur, Kwetiau Sapi 78, Nasi Ayam Hainam Apollo, dan Ketupat Cap Go Meh, serta ada beberapa restoran tambahan seperti Siomay Oma Leni, Bakmi Kucai, dan Kari Lam.

Pada Originals Series ini, Zack Lee dan tim berhasil menggali cerita-cerita inspiratif dari para pemilik restoran selama menjalani bisnis dan kehidupan mereka yang belum pernah diceritakan kepada orang luar. Origial Series Vision+ ini juga menjadi debut bagi Sheila Timothy dan Zack Lee dalam hal penyutradaraan.

“Kita merasa beruntung ketika wawancara mereka. Kita juga kadang nangis saat denger cerita mereka yang inspiratif. Dari awal pengen bikin food dokumenter, ga cuma soal makanan untuk menceritakan cerita mereka yang inspiratif,” imbuh Zack Lee.

Sementara itu, Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+ menambahkan jika Once Upon a Time in Chinatown akan membawa penontonnya bernostalgia akan kilas-kilas sejarah, kultur dan budaya Tionghoa yang melekat dari sebuah sajian makanan.”

Selain itu, di docuseries ini juga Zack Lee akan langsung berperan sebagai pembawa acara bersama Tirta Lie yang merupakan seorang pakar kuliner Indonesia. Series pertama Vision+ yang mengambil tema kuliner ini juga melibatkan nama pakar kuliner lainnya seperti William Wongso dan Pakumala Joehana selaku narasumber.

“Tidak melulu soal pemenuhan kebutuhan, ternyata di balik sebuah kuliner menyimpan banyak cerita menarik. Pada docuseries ini penonton akan diajak masuk lebih dalam ke sendi kehidupan pemilik resto yang selama ini belum pernah dibuka ke orang lain sekaligus mengungkap latar belakang dari setiap menu kuliner legendaris yang tercipta. Bersama Lifelike Picture semua cerita ini dirangkum menjadi sebuah content yang sentimental, apa adanya dan pastinya akan mengispirasi semua kalangan,” ujar Clarissa.

Sementara itu, Clarissa Tanoesoedibjo selaku Managing Director Vision+ menambahkan jika Once Upon a Time in Chinatown akan membawa penontonnya bernostalgia akan kilas-kilas sejarah, kultur dan budaya Tionghoa yang melekat dari sebuah sajian makanan.”

Selain itu, di docuseries ini juga Zack Lee akan langsung berperan sebagai pembawa acara bersama Tirta Lie yang merupakan seorang pakar kuliner Indonesia. Series pertama Vision+ yang mengambil tema kuliner ini juga melibatkan nama pakar kuliner lainnya seperti William Wongso dan Pakumala Joehana selaku narasumber.

“Tidak melulu soal pemenuhan kebutuhan, ternyata di balik sebuah kuliner menyimpan banyak cerita menarik. Pada docuseries ini penonton akan diajak masuk lebih dalam ke sendi kehidupan pemilik resto yang selama ini belum pernah dibuka ke orang lain sekaligus mengungkap latar belakang dari setiap menu kuliner legendaris yang tercipta. Bersama Lifelike Picture semua cerita ini dirangkum menjadi sebuah content yang sentimental, apa adanya dan pastinya akan mengispirasi semua kalangan,” ujar Clarissa.


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan