Terputar

Title

Artist


Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lebih dari 100.000 sekolah sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka 

Ditulis oleh pada September 19, 2021

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, lebih dari 100.000 sekolah sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sesuai dengan peraturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Dalam aturan tersebut kami wajibkan sekolah untuk memenuhi daftar periksa kesiapan dan menekankan izin orang tua sebagai persyaratan utama anak-anak kembali ke sekolah,” kata Nadiem pada acara webinar dengan bertema “Keluarga Sebagai Garda Terdepan mempersiapkan Pembelajaran Tatap Muka”, Sabtu (18/9/2021).

Kendati demikian, Nadiem mengakui masih ada orang tua yang khawatir jika anaknya melakukan PTM terbatas. Dikatakannya, sebagai seorang ayah, ia memahami kekhawatiran tersebut.

Meski begitu, Nadiem mengatakan, orang tua perlu mempertimbangkan kebutuhan anak untuk mengejar ketertinggalan dalam pembelajaran.

“Kita harus mengakui anak-anak kita tidak dapat belajar secara optimal dan capaian belajar pun menurun selama masa pandemi. Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin hal tersebut terus terjadi dan sampai dampaknya permanen. Sebab proses belajar yang anak kita lakukan sekarang menentukan kehidupan mereka di masa depan,” ucapnya.

Nadiem mengatakan, PTM terbatas ini memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, pegawai sekolah, dan keluarganya dalam persiapan pelaksanaan PTM terbatas.

“Dukungan bapak dan ibu semua sangat kami butuhkan agar PTM terbatas dapat berlangsung aman, nyaman, dan optimal,” ucapnya.

Nadiem juga mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan kerja ke beberapa daerah dalam peninjauan persiapan sekolah kembali menggelar PTM terbatas, ia melakukan dialog langsung dengan siswa dan mendapat respons positif. Dalam hal ini, anak senang kembali ke sekolah.

“Saya melihat sendiri bagaimana para murid mulai dari SD sampai SMA semuanya merasa gembira saat bertemu lagi dengan teman-teman dan dengan guru mereka dan paling penting dengan melaksanakan PTM terbatas anak-anak kita mulai mengejar ketertinggalan pembelajaran yang mereka alami selama pandemi ini,” ucapnya.

 

 


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan