Terputar

Title

Artist


Kim Jong-un memerintahkan para pejabat negara untuk makin gigih memerangi Covid-19

Ditulis oleh pada September 4, 2021

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan para pejabat negara untuk makin gigih memerangi Covid-19 dengan “cara kita sendiri” setelah dia menolak bantuan vaksin dari sejumlah negara.

Dalam pertemuan Politburo Kamis (2/9/2021) kemarin, Kim mengatakan para pejabat negara harus “selalu ingat bahwa upaya yang ketat untuk mencegah pencegahan epidemik adalah tugas terpenting dan tidak boleh lengah kapan pun”, menurut kutipan di kantor berita pemerintah Korean Central News Agency yang dirilis Jumat (3/9/2021).

Kim juga mengatakan akan memperkuat sistem pencegahan epidemik ala Korea Utara.

Sebelumnya Kim meminta warganya untuk bersiap menghadapi pembatasan ativitas yang berkepanjangan, indikasi bahwa perbatasan negara akan terus ditutup meskipun perekonomian dan stok makanan memburuk.

Selasa lalu, Unicef yang membeli dan mengirim vaksin bantuan atas nama Covax mengatakan Korut meminta agar jatahnya sebanyak 3 juta dosis vaksin Sinovac dikirim ke negara lain yang lebih membutuhkan.

Korut juga mendapat jatah vaksin AstraZeneca lewat Covax, tetapi pengirimannya tertunda.

Menurut Covax, Kementerian Kesehatan Korut tetap berkomunikasi untuk pasokan vaksin mendatang.

Sejumlah pakar mengatakan Korut mungkin menghendaki vaksin merek lain karena meragukan efektivitas Sinovac dan juga adanya kasus-kasus pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca.

Jatah 1,9 juta dosis vaksin AstraZeneca sebetulnya hanya cukup untuk 7,3 persen penduduk Korut yang total mencapai 26 juta orang.

“Tampaknya Pyongyang punya masalah dengan Covax terkait syarat tanggung jawab hukum dan pelaporan distribusi. Jadi mereka kemungkinan akan membeli vaksin dari Tiongkok untuk dibagikan ke wilayah perbatasan dan tentara, sementara menunggu alokasi Covax untuk populasi yang kurang rentan,” kata Leif-Eric Easley, profesor studi hubungan internasional di Ewha Womans University, Seoul.

“Rezim Kim tampaknya ingin vaksin yang paling aman dan paling manjur untuk kelompok elite, tetapi vaksin Pfizer butuh kemampuan penyimpanan cold chain di Pyongyang dan komunikasi rahasia dengan Amerika Serikat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Korut untuk memberi akses vaksin bagi semua warganya tanpa diskriminasi, termasuk lewat kerja sama internasional.

 


Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan