Terputar

Title

Artist


Raja Malaysia mendesak politisi saingan agar bersatu untuk memerangi wabah virus corona

Ditulis oleh pada Agustus 17, 2021

Raja Malaysia pada Selasa (17/8/2021) mendesak politisi saingan agar bersatu untuk memerangi wabah virus corona yang memburuk, ketika perburuan perdana menteri baru dimulai, kata seorang pemimpin oposisi.

Analis mengatakan, raja yang bertugas menunjuk perdana menteri berusaha mendorong partai-partai politik negara itu menuju pembentukan pemerintah persatuan. Langkah ini menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Senin (18/8).

Setelah 17 bulan gejolak terkait posisinya, Muhyiddin akhirnya berhenti ketika ia kehilangan dukungan mayoritas parlemen. Ia juga memilih mundur di tengah meningkatnya kemarahan publik atas penanganan pemerintah terhadap gelombang Covid-19 terburuk di Malaysia.

Raja, Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, telah mengesampingkan pemilihan perdana menteri karena wabah. Hal ini berarti akan ada kemungkinan pemilihan bergantung pada pandangan raja untuk memilih perdana menteri berikutnya, berdasarkan siapa yang paling banyak memberi dukungan.

Tetapi tidak ada penerus yang jelas untuk Muhyiddin yang berusia 74 tahun, karena tidak ada aliansi yang memiliki dukungan mayoritas di parlemen.

Sebuah blok oposisi mendorong Anwar Ibrahim dan sisa-sisa pemerintahan runtuh Muhyiddin mungkin mencoba untuk membangun koalisi. Sementara beberapa pihak telah mengusulkan pemerintahan persatuan sampai wabah terkendali.

Setelah pertemuan di istana nasional dengan ketua partai lainnya, pemimpin oposisi lama Anwar mengungkapkan raja telah mengatakan kepada mereka bahwa Malaysia menghadapi krisis politik dan konstitusional.

“Jadi kita harus bersatu melawan virus corona dan membantu meningkatkan perekonomian. Dengan melihat itu, semua pihak tampaknya telah mencapai konsensus yaitu untuk mengakhiri politik lama … dan fokus pada pembangunan negara,” jelasnya, Selasa (17/8/2021).

Adapun Raja didampingi oleh wakil berpengaruh raja pada pertemuan tersebut.

Ini menunjukkan kesepakatan di antara keluarga kerajaan Islam yang dihormati di Malaysia, sehubungan dengan usulan untuk pemerintah persatuan,” tutur Oh Ei Sun, analis di Institut Urusan Internasional Singapura.

Anggota parlemen juga telah diminta menyerahkan nama pilihan mereka untuk perdana menteri ke istana pada Rabu (18/8/2021). Menurutnya, diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari sampai drama politik tersebut untuk dimainkan.

Seorang perdana menteri harus mendapat dukungan dari setidaknya 111 anggota parlemen dari 222 di majelis rendah parlemen.

Lanskap politik Malaysia telah berantakan sejak jajak pendapat pada 2018 melihat koalisi yang dilanda skandal dikeluarkan setelah enam dekade berkuasa. Pemimpin dari kelompok tersebut digantikan oleh pemimpin dari aliansi reformis.

Tetapi aliansi itu runtuh dan Muhyiddin berkuasa pada Maret tahun lalu tanpa pemilihan.

Namun, pemerintahannya sejak awal tidak stabil, dengan dukungan hanya mayoritas tipis di parlemen dan menghadapi pertanyaan konstan atas legitimasinya.

Ditandai sebagai

Pendapat pembaca

Tinggalkan balasan