Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Teknologi blockchain dan digital asset (aset digital) mulai berkembang dan diminati di Indonesia

0 74

DRADIOQU.COM – Teknologi blockchain dan digital asset (aset digital) mulai berkembang dan diminati di Indonesia. Sayangnya, kedua hal tersebut masih terdengar asing untuk sebagian kalangan masyarakat.

Mencermati kondisi tersebut, Lyfe bersama Honest Mining mengadakan rangkaian talk show dan edukasi bertema ‘Intro to Blockchain and Digital Asset’ yang berlangsung di berbagai kota di Indonesia pada tanggal 19 – 30 November 2018.

Kegiatan edukasi yang digelar di Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Magelang, Yogyakarta, dan Bali ini, diisi oleh pembicara berpengalaman di bidangnya. Beberapa di antaranya, Indra Darmawan (CEO Lyfe), Lawrence Samantha (CEO HonestMining), Vincentia Olga (Marketing Manager Tokenomy), dan Nidya Rahmanita (Business Development Manager Indodax).

 

Membahas mengenai blockchain dan aset digital, Lyfe dan Honest Mining bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa blockchain bisa diakses oleh siapapun dan di manapun, membantu usaha kecil agar lebih potensial dengan memanfaatkan teknologi blockchain, dan juga turut mendorong seseorang untuk menjadi blockpreneur.

“Blockchain adalah teknologi masa depan yang akan mengubah banyak industri, mulai dari keuangan hingga kesehatan. Indonesia mempunyai potensi yang sangat baik dalam mengimplementasikanblockchain. Lyfe sebagai perusahaan teknologi terdepan yang bergerak dibidang kesehatan, blockchain, dan IoT berharap Indonesia tidak ketinggalan kesempatan ini,” ungkap Indra Darmawan, di Jakarta, Senin (17/12).

Sementara itu, Lawrence Samantha mengatakan, pihaknya juga ingin mengedukasi masyarakat Indonesia agar bisa mendapatkan keuntungan dari blockchain dan digital asset.

“Honest Mining tergerak ingin memperkecil knowledge gap di masyarakat. Kami juga berharap lebih banyak yang mengerti kegunaan blockchain dan aset digital, sehingga tidak tertinggal dan bisa ikut serta meraup potensi keuntungan yang ada,” jelasnya.

Meski tergolong cukup asing bagi sebagian kalangan, ternyata antusiasme masyarakat cukup tinggi. Terbukti pesertanya mencapai 400 orang dengan rentang usia 14 hingga 70 tahun dan latar belakang beragam mulai dari mahasiswa, pelaku industri tradisional, pengembang teknologi, hingga investor. Para peserta pun banyak yang memberikan respons positif mengenai talkshow ini.

“Seminar Intro to Blockchain and Digital Asset ini sangat bermanfaat. Semoga ke depannya para pengguna token di Indonesia bisa lebih terbantu dan bisa berinvestasi menggunakan digital asset yang benar,” ujar Fandi, salah satu peserta asal Medan.

Salah satu investor asal Surabaya, Frenavit Putra mengatakan, pihaknya berharap acara seperti ini harus lebih sering diadakan.

“Menurut saya sih, harus sering bikin acara kaya gini di Surabaya, mengingat banyak juga orang Surabaya yang pengin tahu soal inovasi yang berhubungan dengan blockchain dan aset digital,” tuturnya.

Tidak hanya sekadar edukasi, peserta talk show juga mendapatkan 3.000 Lyfe Token dan 40 HNST secara gratis, agar para peserta bisa mencoba langsung seperti apa teknologi blockchain dan aset digital.B1NEWS

Leave A Reply

Your email address will not be published.